Yes, I guess you could say I am a loner, but I feel more lonely in a crowed room with boring people than I feel on my own.

Henry Rollins (via royaru)

(Source: pen-in-eye, via annisaindras)

Him: Sekarang mau dikemanakan?
Her: Look! Aku ngga minta jawaban. Aku ngga minta status atau kejelasan. Aku ngga minta hubungan. Buat apa pasangan kalo cuman buat temen telfonan atau jalan. Buat apa kalo cuman jadi antar jemput. Aku masih bisa sendiri, seenggaknya sampe detik ini. Yang aku butuh cuman pelengkap. Cuman dua bahu buat bersandar. Cuman dua telinga buat mendengar. Cuman dua bola mata yang keliatan antusias kalo aku lagi cerita panjang lebar.
Him: Tapi ini udah 8 bulan, kenapa kamu masih bertahan?
Her: Kita ngga lagi main kuat-kuatan kan? Ini bukan soal berapa bulan, bukan perkara waktu atau hitungan jam. Dari awal aku ngerasa ada yang beda, dan aku gatau itu apa. Pernah ngerasa “Kayaknya ini orangnya..” tanpa tau siapa dan kaya gimana dia sebelumnya? 8 bulan ini panjang. Cuman dari percakapan di jejaring sosial sampe akhirnya kita bisa duduk hadep-hadepan gini kadang susah dinalar. Kita pasang surut. Kita naik turun. Tapi emang ngga semua dalam hidup harus dikejar kan? Kadang pun susah cuman buat nyapa dan bilang apa kabar, padahal baru kemarin kita barengan. Terserah kamu mau bilang sok atau jual mahal. Tapi buat aku proses didekatkan dan dijauhkan ini yang terus ngasih aku kejutan. Aku seneng kita dipertemukan di banyak kebetulan. Berasa takdir, berasa ada Dia yang ikut andil. Emang sih, kadang aku tanya ke diri sendiri “Apa yang sebenernya aku cari?” tapi jawabannya nihil. Ada yang ngga bisa aku jelasin jauh di dalem sini. Aku cuman belum siap berhenti...
Him: Terus sekarang?
Her: Sekarang aku serahin semua sama hati. Biar dia sendiri yang nentuin kapan harus menyerah dan berhenti. Kamu bebas. Aku ngga pernah nentuin kapan kamu harus tinggal atau pergi. Tapi tiap kamu butuh aku ada di sini. Aku cuman pengen semuanya ngalir, tanpa harus nentuin akhir..

di twitterland, kamu bisa merasa dekat pada orang yang bahkan belum pernah kamu temui. merasa tahu hidupnya padahal belum ada apa-apa

mereka bilang kamu tidak baik untuk saya. saya bilang, mereka yang tidak baik untuk kita

aku akan membahagiakanmu, seperti kamu begitu syahdu memenangkanku. dan aku akan menenangkanmu, layaknya kamu meneduhkan duniaku.

jika menutup mata saja aku menemukanmu, lantas kemana lagi arah mata harus aku tuju?

jangan bertanya

baiklah, sebelum aku menulis ini lebih jauh lagi, aku hanya ingin kau tahu bahwa surat yang kini kau baca pernah kutulis dengan luka yang menganga. Hingga untuk menarikan jemariku, aku harus menguatkan diri, dan juga hati.

#30harimenulissuratcinta

#1

ini surat pertamaku untukmu. ini kali pertamanya aku menyiapkan diri untuk bercerita lagi melalui kata-kata. ini pertama kali pula aku kembali melirik tulisan lama yang pernah bercerita tentang kita. tentang kamu yang menjadi ratu di mata angin empat penjuru. sebab ini yang pertama, jangan banyak bertanya, jangan pula banyak mengerutkan dahi. kau manis, dan aku tidak ingin wajahmu kecut hanya karena menerjemahkan aksara yang kuguratkan.

apa kabar, kamu? sudah lama rasanya aku tidak menanyakan kabar basa-basi ini. ah tidak, kau tidak usah menjawabnya. aku lebih senang menerka-nerka daripada tahu keadaan yang sebenarnya. aku lebih senang berandai-andai, bermain dengan imajinasiku sendiri tentang hatimu dibanding harus tahu siapa yang bertahta didalamnya. setidaknya ketidaktahuan menyelamatkanku dari kegilaan. setidaknya ketidaktahuan menyelamatkanku dari kegilaan. setidaknya, ketidaktahuan, menyelamatkanku, dari kegilaan.

ini menyenangkan, aku menulis surat ini begitu lancar. bukan karena aku penuh dengan ide, tetapi jemariku sudah ingin meledak karena saking lamanya tidak menceritakan kabar padamu yang tidak mau tahu kabarku. aku ingin kembali merasakan candu, merasakan rindu untuk memburu kata, hingga kemudian kau kebanjiran huruf yang akan menggenangi hatimu lalu membasuhnya dengan kata-kata cinta yang aku kirimkan.

putri, aku tidak lupa tentang kita yang saling bertukar tanya tanpa tanda tanya. aku ingat hela nafas yang kau sesapi ketika kita saling bertukar cerita. aku tidak mungkin alpa mengagumi parasmu yang dengan mudahnya meruntuhkan logika. sederhananya, aku merindukan kita.

jikapun aku mampu kembali pada hari dimana aku terlahir, aku ingin terlahir dikotamu saja, lantas menemukanmu dan menua bersama

ini surat pertamaku, ini awal yang buruk untuk akhir yang indah. semoga saja.

putri, aku sudahi dulu surat ini. bukan karena aku tidak ingin bercerita lebih lama, hanya saja jika kuceritakan semuanya, aku takut kau tidak ingin menunggu kedatangan suratku yang kedua dan seterusnya. aku pernah kehilanganmu, dan hanya pada tulisan-tulisan ini, aku tidak ingin itu terjadi lagi.

pada semesta yang mempertemukan kita, terima kasih

salam, wildan.

sadewi:

beberapa orang terjebak dengan pasangan yang benar-benar mencintainya,
dan sangat berbahagia.
sebagian besar terjebak dengan pasangan yang tidak benar-benar mencintainya,
dan berusaha sangat keras untuk bahagia.

(via arievrahman)

lovequotesrus:

EVERYTHING LOVE

ajenglarasatisuryopranoto asked: adakah yang lebih memprihatinkan daripada pesan yang tidak tersampaikan karena terhambat di udara??

pesan-pesan itu, segera kau lipat dan masukkan dalam amplop doa. kirimkan pada tuhan. ia maha penyampai.